ARSIP BERITA

Memasuki awal tahun 2018, STEM Akamigas yang kini telah menjadi Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No. 55 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Energi dan Mineral Akamigas.

Kini dengan keberadaan Peraturan Menteri ESDM No. 01 Tahun 2018 tentang Statuta PEM Akamigas, PEM Akamigas telah memiliki pedoman dasar penyelenggaraan kegiatan sebagai acuan untuk merencanakan, mengembangkan program dan penyelenggaraan segala kegiatan PEM Akamigas. Keberadaan Permen ESDM ini masih sangat baru, sehingga Biro Hukum KESDM perlu mengadakan sosialisasi tentang statuta PEM Akamigas kepada seluruh pegawai PEM Akamigas.

Dilaksanakan pada hari Jumat, 12 Januari 2017 di Grha Oktana PEM Akamigas, Fadli Ibrahim, Kepala Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan II, Biro Hukum KESDM menyampaikan sosialisasi tentang Permen ESDM No. 01 Tahun 2018 ini.

Satu hal yang membanggakan bahwa setelah melalui proses yang sangat panjang, akhirnya PEM Akamigas kini telah memiliki statuta bahkan dengan Menteri ESDM memberikan nomor 01. Ini membuktikan bahwa Menteri ESDM memberikan perhatiannya kepada PEM Akamigas. Demikian disampaikan oleh R.Y. Perry Burhan, Ketua PEM Akamigas.

Juga disampaikan oleh Kepala BPSDM ESDM, IGN Wiratmaja Puja, bahwa PEM Akamigas adalah maskot dari Kemeterian ESDM, sehingga kita harus bekerja dan memberikan yang terbaik untuk PEM Akamigas. (drm)

 

 

 

Tanggal 11 Januari 2018 menjadi salah satu tanggal bersejarah bagi Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas, dahulu adalah STEM Akamigas. Karena di tanggal itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan telah hadir di PEM Akamigas dan meresmikan Gedung Kuliah PEM Akamigas yang baru saja dibangun serta memberikan nama sebagai Gedung Soebroto.

Dalam sambutannya, Menteri ESDM Ignasius Jonan di Grha Oktana (11/1/18) pada saat upacara peresmian gedung menyampaikan bahwa, “kalau kita dikatakan ketinggalan jaman.....kita harus kejar ketertinggalan kita”. Salah satunya adalah dengan memberikan tempat belajar yang memadai bagi mahasiswa.

Sebagai instansi pemerintah yang kini telah menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU), PEM Akamigas mulai berbenah diri diawali dengan penambahan ruang kelas yang targetnya mampu menampung 1000 mahasiswa. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi kenaikan kebutuhan kelas untuk mahasiswa di tahun 2018 ini.

Gedung kuliah 4 lantai yang menempati area seluas 4032 m2 ini memiliki jumlah 26 ruang kelas di lantai 2, 3, 4 dan 2 ruang komunal di lantai 1. Adapun untuk ukuran ruang kelas yang disediakan adalah beragam, untuk ukuran terkecil mampu menampung masing-masing 20 orang sebanyak 20 ruang kelas. Sebanyak 4 ruang kelas sedang mampu masing-masing 30 orang dan ruang kelas terbesar sebanyak 2 ruang yang masing-masing mampu menampung 40 orang.

Dengan penambahan gedung kuliah baru dan dua status baru diharapkan menjadi pendorong perubahan paradigma dari semua unsur pelaku di dalam PEM Akamigas. Pelayanan harus menjadi keseharian dan kualitas menjadi tujuan utama, namun tetap dalam pengelolaan yang efektif dan efisien. Semoga PEM Akamigas semakin memberikan andil bagi terwujudnya energi untuk negeri. Demikian disampaikan oleh IGN Wiratmaja Puja, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM dalam laporannya kepada Menteri ESDM.

 

Peresmian Gedung Soebroto ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Menteri ESDM sebagai tanda selesainya pembangunan Gedung Soebroto dan dilanjutkan dengan penandatangan prasasti serta pemotongan pita di hadapan Bupati Blora, Wakil Kepala SKK Migas, Kepala BPH Migas, Ketua STEM Akamigas, Ketua dan Anggota Senat, Para Pejabat di lingkungan Badan Pengembangan SDM ESDM, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Vice President ExxonMobil Cepu Ltd., Direktur Utama PT. Pertamina EP Cepu, Perwakilan dari Badan Usaha dan/atau Badan Usaha Tetap Bidang Minyak dan Gas Bumi, Para Undangan, dan Pegawai PEM Akamigas dan PPSDM Migas, serta Mahasiswa PEM Akamigas. (drm)

STEM Akamigas, setelah terbitnya Peraturan Menteri ESDM nomor 55 tahun 2017 tanggal 8 November 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Energi dan Mineral Akamigas, berubah menjadi Politeknik Energi dan Mineral Akamigas atau disingkat PEM Akamigas. Demikian disampaikan oleh Bambang Supadiyono, Ketua Senat PEM Akamigas saat membuka acara Forum Group Discussion (FGD) Penyempurnaan Profil Lulusan PEM Akamigas.

FGD yang dilaksanakan di Semarang, 5 – 7 Desember 2017 ini merangkum berbagai masukan dari banyak pihak untuk percepatan terwujudnya pendidikan vokasi melalui PEM Akamigas serta profil alumni yang menjadi kebutuhan industri.

Untuk penyempurnaan profil lulusan PEM Akamigas, perlu masukan dari berbagai pihak. Yang pertama dalam paparannya tentang Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Migas, disampaikan oleh Bambang Eka Satria dari Direktorat Jenderal Migas KESDM. Di mana akan lebih sempurna apabila lulusan PEM Akamigas telah berbekal sertifikasi.

Paparan yang kedua disampaikan oleh Rugun Simatupang, Pertamina Corporate University tentang pemetaan kebutuhan lulusan Diploma III di Pertamina. Dimana keberadaan global competency yang mengerucut pada soft skill dan hingga saat ini lulusan PEM Akamigas dinilai baik oleh user.

Demikian pula yang disampaikan oleh Seto Udityo, Chevron Pasific Indonesia yang juga menyampaikan pemetaan kebutuhan lulusan Diploma III, bahwa performance lulusan PEM Akamigas masih tetap baik.

Namun dengan adanya perkembangan global saat ini dan PEM Akamigas berkeinginan meluluskan mahasiswa-mahasiswa terbaik yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Untuk itu diperlukan transformasi total bagi PEM Akamigas, sehingga sumbangan - sumbangan pemikiran yang "out of the box" sangat diperlukan. Bahkan kita harus berpikir "out of the box" dan melahirkan ide - ide cemerlang untuk masa transformasi ini. Demikian pesan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral, I Nyoman Wiratmaja Puja, sebelum menutup acara FGD Penyempurnaan Lulusan PEM Akamigas ini. (drm)

Meningkatkan atau memotivasi seorang pegawai agar mampu menemukan potensi dalam dirinya membutuhkan kesabaran dan ketelatenan. Mungkin saja pegawai itu tidak menyadari potensi kemapuan yang dimiliki. Untuk itu perlu pihak lain yang bisa membantu dengan berbagai pendekatan yang mudah dipahami dan diterima. Pelatihan peningkatan/motivasi kinerja ini biasa dilakukan oleh motivator baik didalam maupun diluar ruangan. Bentuk kegiatan dikemas dengan sangat menarik dan melibatkan partisipasi semua peserta. Kegiatan dilaksanakan di Kaliurang, Yogyakarta (25-26/11) diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan STEM Akamigas dengan tujuan membangun motivasi kerja, menyamakan persepsi, visi dan misi untuk membesarkan PEM Akamigas sebagai organisasi baru pengganti STEM Akamigas.

Dalam sambutan pembukaan, Ketua STEM Akamigas, Prof. Dr. RY Perry Burhan, M.Sc berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan motivasi, terutama bagi pegawai yang baru bergabung dengan STEM Akamigas. Semangat dan motivasi membangun kebersamaan sangat dibutuhkan dengan sasaran bersama yang dirumuskan dalam visi dan misi membesarkan PEM Akamigas.

Iwan Sulistiyanto, SH, MM, sebagai motivator dari Indo Outbond menjelaskan bahwa pekerja adalah sarana untuk mencapai ibadah dengan pelayanan sebagai hal terpenting dan bekerjasama atau teamwork menjadi alat untuk mencapai tujuan. Untuk mencapai hasil yang maksimal tentu dibutuhkan motivasi, yaitu kekuatan atau daya dorong yang menggerakkan sekaligus mengarahkan kehendak dan perilaku seseorang dan segala kekuatannya untuk mencapai tujuan yang diinginkan, yang muncul dari keinginan memenuhi kebutuhannya.

Kegiatan yang lebih atraktif berupa outbond dimaksudkan untuk menjalin kekompakan, kebersamaan dalam mencari solusi dan memecahkan masalah. Kerjasama dilkukan dengan siapapun yang penting adalah komunikasi dan pemahaman satu sama lain dalam mencapai tujuan. Tujuan outbond ini adalah untuk mengetahui dan memahami adanya “individual differences” bahwa tiap individu itu berbeda, meningkatkan kepekaan “Self Awareness” terhadap orang lain, meningkatkan ketrampilan komunikasi, mampu membentuk tim yang efektif / kekompakan, meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan menumbuhkan sikap ksatria dan sportif. Kegiatan dialam terbuka ini tentunya juga sejenak meninggalkan kepenatan kita selama bekerja dikantor. Suasana ceria dan gelak tawa sering mewarnai setiap permainan. Permainan yang ditampilkan meliputi, Pipa bocor, estafet hula hoop, Atom Bomb dan menyeberang dengan papan. Peserta dibagi dalam 8 kelompok yang terdiri dari 11 orang.(Har)

Pengabdian masyarakat sebagai pengejawantahan Tri dharma perguruan tinggi mulai merambah daerah Jawa bagian timur, tepatnya wilayah kabupaten Situbondo. Tim STEM Akamigas telah meneliti DAS Banyuputih yang dinilai memiliki potensi bahaya bagi kesehatan lingkungan maupun makhluk hidup. Seperti kita ketaui DAS Banyuputih yang mengalir dari kawah gunung Ijen melintasi wilayah kecamatan Asembagus, Banyuputih dan Jangkar membawa kandungan asam sulfat.

Inilah pengabdian masyarakat sebagai bentuk kepedulian STEM Akamigas terhadap warga masyarakat dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi demi kesejahteraan masyarakat. STEM Akamigaspun gencar melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dalam berbagai bentuk dan tujuan. Salah satu yang dilaksanakan pada hari Kamis (23/11) adalah sosialisasi pemanfaatan sumber daya alam geologi di DAS Banyuputih, gunung Ijen, Jawa Timur. Kegiatan dilaksanakan di pendopo kecamatan Asembagus yang dihadiri oleh para kepala desa dan BPD di kecamatan Asembagus dan Banyuputih. Rombongan STEM Akamigas dipimpin langsung oleh Kepala UPPM, Dr. Pusparatu, MT. Hadir pada kesempatan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Situbondo, Sugiono, M.Pdi.

Dalam sambutannya, Dr. Puspartu menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan selama 3 tahun oleh tim STEM Akamigas. Gunung Ijen memiliki kandungan sulfor yang menghasilkan asam sulfat dan mengalir ke sungai yang ternyata memiliki dampak negatif bagi kehidupan disekitarnya. Untuk itu dengan kegiatan ini diharapkan dapat diperoleh pemahaman sehingga dapat mengurangi dampak yang ada.

Semenatara itu, Sugiono, M.Pdi sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap air yang mengandung asam sulfat bisa dipisahkan sehingga tidak berpengaruh bagi lingkungan dan kesehatan. Diharapkan juga hasil penelitian ini dapat ditindaklanjuti sebagai produk teknologi yang bermanfaat.

Dalam paparannya, Dr. Achmad Djumarma W, menjelaskan keberadaan gunung Ijen yang meliputi tiga wilayah kabupaten, yaitu Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi. Gunung Ijen purba meletus dan menghasilkan kubah besar dan kaldera seluas 22 x 25 km, dimana disisi utara memeliki lapangan sulfur yang menghasilkan gas belerang. Disampaikan pula dampak adanya air asam kawah Ijen, yaitu teralirkannya air asam tersebut mengikuti DAS Banyupait/Banyuputih sehingga dapat mengganggu kehidupan hewan dan manusia, pertumbuhan persawahan juga terganggu. Disamping menyebabkan pengeroposan gigi dan tulang. Adapun usul penanggulangan yang bisa dilakukan adalah, pemisahan antara air asam (dari kawah Ijen) dan air tawar (dari mata air biasa). Pemisahan ini dapat mnghidupkan potensi geowisata dan pembangunan PLTMH.

Minarto S Raharjo, ST, M.Si dalam paparannya lebih menyoroti pengelolaan DAS Banyuputih yang secara kuantitas berlebih tetapi secara kualitas memprihatinkan. Maka perlu segera dilakukan segregasi sehingga kualitas air menjadi sangat baik untuk dijadikan air baku air bersih dengan pengelolaan yang sederhana. Dapat pula diambil manfaat ion sulfatnya sebagai bahan gypsum.

Sedangkan pemateri terakhir, Ir. Dodid Murdohardono, M.Sc mengupas pemanfaatan aliran anak sungai Banyupait sebagai PLTMH. Kali Sat dan Kali Sengon memiliki debit yang cukup besar sehingga dapat digunakan untuk PLTMH. Adapun kondisi kali Banyupait dengan pH rendah bersifat korosi dan tidak baik untuk penggerak PLTMH. Daya yang dapat dibangkitkan dari debit gabubgab kali Sat dan kali Sengon adalah 5 – 7 MW.

Kegiatan ini tampak menarik terbukti dengan antusiasme warga yang mengikuti secara aktif dengan melontarkan banyak pertanyaan, sehingga diskusi menjadi sangat hidup dan berkembang. Dengan pelaksanaan kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat merasakan peran STEM Akamigas dalam memajukan pendidikan dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Selain itu juga sebagai wadah untuk ikut berperan aktif dalam mengabdikan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki untuk masyarakat yang membutuhkan. (Har)

 

Halaman 1 dari 23

Fasilitas

Anda disini: Beranda Arsip Berita
RizVN Login