ARSIP BERITA

Tridharma perguruan tinggi merupakan pengejawantahan tanggung jawab sebuah institusi pendidikan tinggi ditengah-tengah masyarakat. Selain tugas pengajaran dan penelitian juga ada tugas pengabdian kepada masyarakat. STEM Akamigas sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi juga tak bisa lepas dari tugas dan tanggung jawab tersebut.

Pengabdian masyarakat merupakan kegiatan sivitas akademika yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat. STEM Akamigaspun gencar melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dalam berbagai bentuk dan tujuan. Salah satu yang dilaksanakan pada hari Sabtu (22/9) adalah pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) di desa Kedewan Kecamatan Kedewan, Bojonegoro. Kegiatan ini dipimpin oleh Budi Sulistyo Nugroho yang didampingi oleh Ir. Putut Suprijadi, MT, bagian HSE dan beberapa mahasiswa. Sambutan dari masyarakat sekitar tampak sangat antusias, terbukti dihadiri langsung oleh Camat Kedewan, Mohammad Arifin, Sekretaris Kecamatan, Wiyanto, SH dan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kab Bojonegoro Muhammad Sofyan.

Dalam sambutannya Camat Kedewan, Mohammad Arifin menyampaikan kegiatan yang dilaksanakan di Lapangan Alang-Alang ini dapat memberi manfaat bagi masyarakat dalam menghadapi kemungkinan terjadinya musibah kebakaran. Sedangkan Ir. Putut Suprijadi, MT dalam paparannya menyampaikan bahwa pelatihan penggunaan APAR ini hanya untuk kondisi api kecil atau pada saat awal terjadinya kebakaran. Jenis APAR yang diperagakan meliputi Aqueous Film Forming Foam (AFFF), serbuk kimia (dry chemical powder) dan jenis karbon dioksida (CO2).

Dengan pelaksanaan kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat merasakan peran STEM Akamigas dalam memajukan pendidikan dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Selain itu juga sebagai wadah untuk ikut berperan aktif dalam mengabdikan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki untuk masyarakat yang membutuhkan. (har)

Kegiatan Kuliah umum ini diprakarsai oleh SKK Migas dan K3S Cluster Barat. Hal ini sebagai bentuk kepeduliah SKK Migas dalam menularkan ilmu dan keilmuan kepada generasi muda. Seperti yang disampaikan oleh Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Ali Masyhar dalam sambutan pembukaan. Beliau menyampaikan bahwa SKK Migas selain mengelola kegiatan migas, juga memberikan kegiatan kuliah umum sehingga para mahasiswa semakin mengetahui kondisi migas di Indonesia. Mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk lebih memperdalam ilmu dan teknologi yang selalu berkembang.

Wakil Ketua I, Ir. Woro Rukmi H, MT dalam sambutannya secara eksplisit mengapresiasi kegiatan ini sebagai media pengkayaan ilmu dan meningkatkan profisiensi terutama bagi mahasiswa. Juga terinformasikannya lulusan STEM Akamigas ke dunia industri migas sehingga akan mudah terserap.

Kuliah umum dilaksanakan di Grha Oktana pada hari Selasa (19/9) dan diikuti oleh seluruh mahasiswa dan dosen. Bahkan kegiatan inipun dihadiri oleh Wakil Bupati Blora, Arief Rohman dan beberapa perwakilan media. Dalam sambutannya, Arief Rohman menekankan brand Cepu sebagai kota pendidikan Migas agar terus ditingkatkan. STEM sebagai salah satu tempat mencetak tenaga-tenaga terampil yang siap mengabdi untuk bangsa dan negara. Disamping itu dicetuskan juga ide Cepu sebagai pusat Wisata Edukasi Migas. Hal ini ditunjamg oleh keberadaan STEM Akamigas dan PPSDM Migas serta lapangan minyak tua.

Kuliah umum menampilkan 2 orang narasumber, Dr. Achmad Djmumarma W, Dipl. Seis dari STEM Akamigas  dan Elan Biantoro dari SKK Migas. Dalam paparannya Dr. Ahmad Djumarma mengupas tentang peran STEM Akamigas dalam mendukung industri hulu migas di Indonesia. STEM Akamigas yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam mencetak sumber daya manusia yang terampil dan profesional dalam sektor energi dan mineral. STEM Akamigas juga memberi kesempatan kepada putra-putri daerah terbaik untuk memperoleh beasiswa, baik dari daerah 3T maupun penghasil energi. Diharapkan kepada industri migas untuk memanfaatkan lulusan STEM Akamigas.  

Sementara itu, Elan Biantoro, VP Bidang Operasi SKK Migas menyampaikan materi tentang Pengelolaan Industri Hulu Migas. Diantaranya sejarah industri migas, energi sebagai bagian ketahanan nasional, tugas dan fungsi SKK Migas, eksplorasi dan eksploitasi migas Indonesia, strategi dan kebijakan industri hulu migas. SKK Migas memang merupakan lembaga yang memiliki tanggung jawab dalam mengelola industri hulu migas, diman industri hulu merupakan ujung tombak industri migas. Tentu kalau indistri hulu migas mengalami kelesuan, industri migas secara keseluruhan akan terdampak. Memang harus diakui bahwa bauran energi nasional saat ini, energi migas masih mendominasi dengan 64% energi nasional. Sehingga tugas SKK Migas untuk ikut perperan dalam menjaga ketahanan energi nasional sangat dibutuhkan.

Disamping dua narasumber, mahasiswa STEM Akamigas yang tergabung dalam Hima prodi juga memaparkan profile masing-masing. Baik itu Teknik Pengolahan Migas, Teknik Produksi Migas, Teknik Mesin Kilang, Teknik Instrumentasi Kilang dan Logistik Migas mempromosikan kemampuan diri didepan para pejabat SKK Migas. Hal ini diharapkan, kedepan SKK Migas dengan kewenangannya mampu memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk, baik magang maupun bekerja. (har)

Kegiatan tahunan ini dilaksanakan selama 12 hari mulai 10 – 21 September 2017. Kegiatan yang memasuki tahun ke 7 ini memiliki nilai-nilai yang strategis dalam menjalin kerjasama yang lebih erat terutama dalam mengembangkan sektor minyak dan gas bumi. Juga bisa digunakan sebagai ajang promosi penanaman investasi di sektor migas. Peserta terdiri dari 24 orang berasal dari 15 negara meliputi, Aljazair, Bangladesh, Belarusia, Kamboja, Jepang, Jordania, Korea Selatan, Meksiko, Mozambik, Rusia, Sudan, Thailand, Uzbekistan, Timor Leste dan Venezuela. Peserta memiliki berbagai latar belakang yang berbeda, baik swasta maupun pemerintah.

Upacara pembukaan dilakukan di Hotel Ashley yang dihadiri oleh Direktur Jenderal Migas, Ego Syahrial dan Duta Besar Venezuela, Gladys Fransisca Urbaneia Duran. Dalam sambutan pembukaan, Dirjen Migas, Ego Syahrial menyampaikan bahwa program ini dapat memperkenalkan sektor migas kepada para peserta. Juga keanekaragaman energi yang meliputi energi fosil, panas bumi, air, angin, surya, bio masa. Disampaikan juga bahwa ketergantungan pada energi fosil masih tinggi, sementara produksi migas cenderung menurun. Untuk itu perlu diupayakan agar ketahanan energi tetap terjaga, diantaranya dengan menggenjot eksplorasi dan produksi migas, meningkatkan kapasitas dan kemapuan infrastruktur, mengurangi subsidi dan program diversifikasi energi.

Program ini diisi dengan berbagai seminar dan presentasi. Diantaranya “Indonesia’s Energy Policy and Institution” dari DEN, “Indonesia’s Oil and Gas Upstream Development”, dari Deputy Director of Oil and Gas Conventional Working Area, “Indonesia’s Foreign Policy”, Kementerian Luar Negeri dan “Introduction to Indonesia Cultures and Tourism”, dari Kementerian Pariwisata.

Peserta juga dibawa ke lapangan dan instansi yang terkait dengan industri migas. Diantaranya, RU VI Balongan, PT Pertamina Pusat, Exxon Mobil Cepu, PPSDM Migas, STEM Akamigas, PT PAL dan FSRU PT Nusantara Regas. Selain mengunjugi industri migas, peserta juga diajak mengunjungi tempat-tempat pariwisata. Sementara kunjungan ke STEM Akamigas dilaksanakan pada hari Jum’at (15/9) dengan didahului presentasi di PPSDM Migas. Presentasi disampaikan oleh Wakil Ketua I, Ir. Woro Rukmi H, MT yang lebih mengedepankan tentang peran STEM Akamigas dalam menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia di industri energi dan mieral Indonesia. Peserta juga berkesempatan mengunjungi Laboratorium Minyak Bumi dan Kimia.(har)

Kegiatan Pengabdian Masyarakat dilaksanakan lagi di Kelurahan Kedungpane Kecamatan Mijen, Semarang. Tema kali ini masih tetap sama yaitu berupa pelatihan cara menggunakan LPG secara aman dan hemat bagi pengguna LPG 3 kg. Bertempat di balai Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen, Semarang, pada Sabtu (16/9) diundang beberapa ibu rumah tangga sebagai pengguna langsung LPG 3 kg untuk diberikan pemahaman dalam pemakaian LPG secara aman maupun cara-cara menghadapi kondisi dimana terjadi permasalahan pada LPG yang bisa menimbulkan kebakaran.

Kegiatan ini dipimpin oleh Wakil Ketua I, Ir. Woro Rukmi H, M.Sc dengan didampingi oleh Kaprodi Teknik Pengolahan Migas, Ir. Sri Lestari, MT dan Sekretaris Prodi, Haris Nu’man Aulia. Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Kelurahan Kedung Pane, Bambang Sulistyawan dan sekitar 50 warga desa. Pelatihan dilaksanakan dengan sangat interaktif dimana melibatkan warga secara langsung dalam mempraktekkan pemakaian LPG sekaligus cara-cara menghadapi terjadinya kebocoran bahkan kebakaran. Antusias warga terlihat begitu jelas dalam menyimak penjelasan yang disampaikan oleh instrukur maupun praktek dengan LPG sesungguhnya.

Dalam sambutan pembukaan, Bambang Sulistyawan menyampaikan bahwa banyak warga yang belum memahami cara-cara pemakaian LPG dengan benar. Bahkan banyak yang takut memasang sendiri. Sehingga dengan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada warga sehingga dapat mempraktekkan pemasangan sendiri.

Materi disampaikan oleh Ir. Sri Lestari, MT dan Ir. Putut Suprijadi, MT. Adapun praktek diperagakan oleh Wiyanto dan Abdul Malik. Dengan pelaksanaan kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat merasakan peran STEM Akamigas dalam memajukan pendidikan dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Selain itu juga sebagai wadah untuk ikut berperan aktif dalam mengabdikan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki untuk masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan ini merupakan tugas yang melekat pada seorang dosen dalam tri dharma perguruan tinggi. Memberikan kepedulian terhadap warga masyarakat atas ilmu dan keahlian yang dimiliki. Dengan harapan dapat membagi ilmu dan sharing pengetahuan maupun teknologi. Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada warga masyarakat dalam kaitannya dengan pemroduksian migas. Hal ini tak terlepas dari wilayah Padangan yang masuk dalam kawasan blok Cepu sehingga diperkirakan memiliki kandungan migas. Dengan kondisi wilayah seperti ini, para warga terutama pemuda desa, diberikan pembekalan ilmu terkait dengan pemrosesan dan pemanfaatan sumber daya alam tersebut. Disamping itu juga untuk menanamkan rasa tanggung jawab dengan pengelolaan yang benar.

Kegiatan dilaksanakan di Balai desa Padangan pada hari Minggu (20/8) dan dihadiri oleh Kepala UPPM, Dr. Pusparatu, MT, Ir. Edi Untoro, MT, mahasiswa STEM Akamigas dan warga desa Padangan. Tema yang diangkat adalah “Pemroduksian Migas untuk Masyarakat yang berada di Kecamatan Padangan.” Dalam sambutan pembukaan, Dr. Pusparatu, MT menyampaikan bahwa masyarakat desa Padangan diharapkan dapat memperoleh manfaat dari kegiatan ini terutama dalam kaitannya cara pemroduksian migas.  


Sementara itu, Ir. Edi Untoro, MT dalam paparannya memotivasi warga desa Padangan untuk mempersiapkan diri dan ikut berperan aktif terkait dengan industri migas didaerahnya. Materi yang disampaikan terkait dengan proses produksi migas, operasi pengeboran, teknik menyelesaikan sumur dan beberapa metode lain. Untuk mempermudah pemahaman peserta, juga diputarkan ilustrasi film terkait dengan pengeboran dan pengangkatan minyak dari perut bumi. Juga peralatan pendukung seperti casing, rig, mata bor sampai metode produksi.

Untuk lebih memperdalam ilmu pengetahuan terkait industri migas, ditawarkan kepada warga untuk memanfaatkan STEM Akamigas sebagai institusi yang siap dan sanggup mendidik masyarakat menjadi tenaga terampil dan kompeten yang siap berperan aktif dalam mengelola potensi migas di wilayahnya, demikian harapan Ir. Edi Untoro, MT.

Kegiatan ini diharapkan juga sebagai wadah bagi para mahasiswa untuk ikut berperan aktif dalam mengabdikan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya kepada masyarakat yang membutuhkan sehingga potensi yang ada di desa tersebut dapat terangkat. (har)

 

Halaman 1 dari 20

Fasilitas

Anda disini: Beranda Arsip Berita
RizVN Login