ARSIP BERITA

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu tugas dosen yang tersirat dalam tri dharma perguruan tinggi. Tugas ini melekat sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar disamping tugas mengajar dan penelitian. Kepedulian ini diwujudkan dalam berbagai bentuk yang tentunya memberikan manfaat dan kegunaan yang berkesinambungan. Dalam kaitan ini, STEM Akamigas yang diwakili prodi Teknik Pengolahan Migas, melaksanakan program pengabdian masyarakat berupa pelatihan cara menggunakan LPG secara aman dan hemat bagi pengguna tabung LPG 3 kg.  Kegiatan ini juga merupakan sharing pengetahuan maupun teknologi. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis (20/7) di Desa Cancung, Kec. Bubulan, Bojonegoro. Pelatihan bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada warga masyarakat desa Cancung dalam pemakaian LPG secara aman maupun cara-cara menghadapi kondisi dimana terjadi permasalahan pada LPG yang bisa menimbulkan kebakaran.

Kegiatan ini dipimpin oleh Wakil Ketua I, Ir. Woro Rukmi H, M.Sc dengan didampingi oleh Kaprodi Teknik Pengolahan Migas, Ir. Sri Lestari, MT dan Sekretaris Prodi, Annasit, ST, MT. Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Desa Cancung, Pujiono, perangkat desa dan beberapa warga desa. Pelatihan dilaksanakan dengan sangat interaktif dimana melibatkan warga secara langsung dalam mempraktekkan pemakaian LPG sekaligus cara-cara menghadapi terjadinya kebocoran bahkan kebakaran. Antusias warga terlihat begitu jelas dalam menyimak penjelasan yang disampaikan oleh instrukur maupun praktek dengan LPG sesungguhnya.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Cancung, Pujiono sangat mengapresiasi kepedulian STEM Akamigas dan berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi warga masyarakat. Sementara itu, Kaprodi Teknik Pengolahan Migas, Ir. Sri Lestari, MT dalam sambutannya berharap bahwa warga masyarakat setelah mendapat penjelasan dan pelatihan ini dapat menularkan kepada warga lainnya yang tidak sempat hadir.

Dengan pelaksanaan kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat merasakan peran STEM Akamigas dalam memajukan pendidikan dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Selain itu juga sebagai wadah untuk ikut berperan aktif dalam mengabdikan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki untuk masyarakat yang membutuhkan.(HAR)

 

Selesai sudah proses pendidikan tahun akademik 2016/2017. Hal ini ditandai dengan pelepasan mahasiswa berupa wisuda yang dilaksanakan pada hari Rabu (12 Juli). Wisuda Sarjana Terapan dan Diploma ini merupakan awal dari tugas alumni setelah terjun langsung ke dunia kerja. Setelah memperoleh ilmu pengetahuan yang memadai, para mahasiswa sudah ditunggu untuk mengabdikan diri dalam rangka mengelola energi dan mineral secara berkeadilan.

Kegiatan yang berlangsung di Grha Oktana ini dihadiri secara langsung oleh Menteri ESDM, Ignasius Jonan. Hadir mendampingi menteri ESDM, Kepala BPSDM ESDM, Dr. Ir. Djadjang Sukarna beserta para pejabat dilingkungan Kementerian ESDM. Disamping itu juga perwakilan dari KKKS, BPH Migas, SKK Migas, PT Pertamina, Pemkab Blora, Pemkab Bojonegoro dan Muspika Cepu. Seluruh Mahasiswa tampak antusias dengan didampingi oleh para orang tua dan keluarga memenuhi Grha Oktana. Ini adalah kali pertama Grha Oktana menggelar hajat besar berupa Wisuda setelah mengalami proses renovasi.

Dalam laporannya, Kepala BPSDM ESDM menyampaikan bahwa pada tahun akademik 2016/2017 ini, STEM Akamigas  mewisuda 246 orang yang terdiri dari setara D-I sebanyak 14 orang, setara D-II sebanyak 29 orang, setara D-III : 67 orang dan D-IV : 136 orang. Adapun perincian Program Studi adalah :

·         Teknik Produksi Migas             :   42 orang
·         Teknik Pengolahan Migas       : 125 orang
·         Teknik Instrumentasi Kilang   :   16 orang
·         Teknik Mesin Kilang                :   25 orang
·         Logistik Migas                          :   38 orang

Sedangkan komposisi lulusan berasal dari PT. Pertamina (Persero) sebanyak 128 orang, PT. PGN : 10 orang, HCML : 2 orang, Sampoerna Foundation : 2 orang, PT Matoh Energy : 4 orang, Beasiswa SKK Migas : 20 orang, PNS lingkungan Pemprov / Pemkab / Pemkot sebanyak 30 orang.dan dari Swadaya : 50 orang.

Sedangkan dalam arahannya, Menteri Ignasius Jonan berpesan kepada mahasiswa setelah selesai pendidikan untuk selalu mempersiapkan diri dalam persaingan didunia kerja. Harus berpikir kompetitif , disamping bekerja dengan cerdas dan efisien. Tantangan  yang harus dihadapi adalah  sesuatu yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. Gambaran yang diberikan adalah mempersiapkan mobil listrik yang akan menggantikan kendaraan berbahan bakar fosil. Suatu saat kendaraan listrik ini akan menggantikan peran kendaraan berbahan bakar fosil.

Dalam kesempatan tersebut Menteri ESDM berkesempatan menandatangai prasasti pergantian nomenklatur STEM Akamigas menjadi Politeknik Energi dan Mineral Akamigas (PEM AKAMIGAS).(HAR)

Setelah libur 10 hari merayakan Idul Fitri 1438 H dan selama itu pula terlepas dari himpitan tugas-tugas rutin yang banyak menyita waktu, tenaga dan pikiran, maka pada hari Selasa (4/7) di Graha Oktana dilaksanakan halal bihalal. Kegiatan dipipin langsung oleh Ketua STEM Akamigas, Prof. Dr. RY Perry Burhan, M.Sc. Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Ketua II, Drs. Wahid Sugiman, MT, WK III, Ir. Ronii Heru T, MT, KBPTU, Dwi Mulyono, ST, MT, dosen, pegawai, celeaning service dan tenaga catering. Pada kesempatan ini dihadirkan ustadz Agus Winarno dari Blora yang didapuk menyampaikan tausiyah dan membekali para peserta dengan ilmu yang bermanfaat.

 Dalam sambutannya, Ketua STEM menekankan pentingnya silaturahmi dan saling memaafkan yang seharusnya tidak perlu menunggu Idul Fitri, tetapi setiap waktu melakukan kesalahan. Memang idul fitri identik dengan kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa. Mempertahankan kemenangan lebih sulit dari meraihnya. Dengan kemenangan ini diharapkan semua pegawai kembali pada tugas dan tanggung jawab masing-masing. “Mudah-mudahan kita bisa menjalankan amanah yang diembankan kepada kita berkat berkah dai Allah SWT,” demikian pungkasnya.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Agus Winarno tampil dengan begitu energik dan sanggup menjadikan suasan begitu cair dengan joke-joke yang dilontarkan. Beliau lebih menekankan bahwa halal bihalal ini merupkan ciri khas Indonesi yang tidak dijumpai di negara lain, bahkan dinegara islam sekalipun. Halal bihalal lebih dimaknakan saling memaafkan apabila ada kesalahan yang diperbuat. Hal ini tak lepas dari sifat manusia yang merupakan tempatnya dosa, lupa dan salah. “Manusia tidak luput khilaf, salah maupun lupa, Al Insanu Mahlul Khoto wa nisyan...untuk itu semua harus memaklumi,” demikian ingatnya. (HAR)


Apel kehadiran dilaksanakan setelah libur idul fitri 2017. Apel dilaksanakan di halaman Graha Oktana pada tanggal 3 Juli 2017 yang dihadiri oleh seluruh pegawai dan unsur pimpinan STEM Akamigas. Apel dipimpin oleh Wakil Ketua II, Drs. Wahid Sugiman, MT. Tujuan apel tersebut adalah untuk mengecek kehadiran pegawai STEM Akamigas sekaligus memulai lagi tugas-tugas rutin dalam menyelenggarakan proses pendidikan di STEM Akamigas.

 

Dalam sambutannya, Drs. Wahid Sugiman, MT mengatakan bahwadalam suasana Idul Fitri 1438 H ini, kita harus berintrospeksi diri apa yang telah kita lakukan dan telah kita hasilkan selama 6 bulan di tahun 2017 ini. Introspeksi yang dimaksud adalah hubungan sesama pegawai atas tugas dan tanggung jawab yang diemban. Hal ini bisa dimaklumi karena dalam melaksanakan pekerjaan tak bisa dilepaskan dari interaksi dan komunikasi antar pegawai. Disamping itu juga introspeksi terhadap apa yang telah dilakukan selama 6 bulan. Sebagai institusi pendidikan, STEM Akamigas memang harus terus berkembang. Daya dan upaya juga telah dicurahkan, baik pembangunan gedung kuliah, ruang kantor maupun laboratorium. Tak kalah penting adalah pengembangan sumber daya manusia yang mengelolanya. Baik dengan job training, pelatihan dan studi lanjut. Pada akhir sambutan, beliau mengajak semua pegawai untuk berkoitmen menjaga kebersamaan, kekompakan, persatuan dan kerukunan dalam menggapai cita-cita bersama. “Tentunya dengan komitmen menjaga kekompakan, kebersamaan dan kerukunan dalam mendayung perahu STEM Akamigas menuju kejayaan,” demikian ingatnya.

Pada akhir kegiatan ini, seluruh pegawai dengan berbaris saling bersalaman sebagai bentuk permintaan maaf atas kesalahan yang telah dilakukan. (HAR)

 

Ujian Akhir atau yang sering disebut Ujian Lesan merupakan tahap akhir kegiatan proses belajar mengajar. Proses ini menjadi ciri khas dan keunikan dari STEM Akamigas dalam membentuk karakter yang positif. Mahasiswa harus memiliki nyali dan keberanian menyampaikan data dan tulisan berupa KKW dan Skripsi. KKW dan Skripsi merupakan hasil tulisan selama Praktek Kerja Lapangan yang sudah dilaksanakan pada bulan Februari dan Maret 2017. Ujian ini diikuti oleh seluruh mahasiswa dari tingkat I sampai IV sebagai salah satu syarat kenaikan tingkat atau kelulusan. Mahasiswa harus mempertahankan tulisan yang dibuat dihadapan dosen penguji dan pengawas ahli.

Ujian Akhir dilaksanakan setelah mahasiswa menyelesaikan Ujian semester II. Ujian dilaksanakan pada tanggal 5 – 16 Juni 2017 di Gedung Wing Timur dan Barat. Adapun dosen penguji berasal dari STEM Akamigas, PT. Pertamina, PT. PGN, PT. TPPI, UGM, ITB, ITS, UPN Yogyakarta, Universitas Muhamadiyah Gresik, PPSDM Migas, Lemigas, Pemerintah daerah Kabupaten Blora dan Bojonegoro.

Dalam laporannya, Ketua Panitia, Asep Rohman, ST, MT menyampaikan bahwa ujian ini diikuti oleh 765 mahasiswa dengan perincian :

  • Tingkat I          : 262 mahasiswa
  • Tingkat II         : 165 mahasiswa
  • Tingkat III        : 202 mahasiswa
  • Tingkat IV       : 136 mahasiswa

Dalam sidang Pleno Ujian Akhir yang diselenggarakan pada tanggal 5 Juni 2017 di Gedung Kuda Laut, Ketua STEM Akamigas, Prof. Dr. Perry Burhan, M.Sc menyampaikan secara eksplisit bahwa STEM Akamigas sebagai perguruan tinggi telah mengalami perubahan status beberapa kali. Sebagai perguruan tinggi dibawah kementerian lain, STEM Akamigas harus merubah status menjadi Politeknik.Terkait dengan Ujian Akhir, beliau berharap agar kegiatan ini dapat berjalan dengan sukses sesuai dengan yang telah dijadwalkan. Dapat melahirkan ide atau gagasan mahasiswa yang positif dalam mendukung pemerintah menciptakan keadaan energi yang berkeadilan.(HAR)

Halaman 1 dari 19

Fasilitas

Anda disini: Beranda Arsip Berita
RizVN Login