ARSIP BERITA

STEM Akamigas melalui Tim Pengabdian Masyarakatnya kembali mengundang perwakilan masyarakat Kecamatan Cepu untuk berbagi pengetahuan tentang Industri Pertambangan.

Bertempat di STEM Akamigas (18/11/2017) perwakilan dari 6 (enam) kelurahan dan 11 (sebelas) desa se Kecamatan Cepu menghadiri acara tersebut. Kegiatan yang di koordinir oleh Ir. Suparno, M.Si. ini ditujukan untuk memberikan bekal pengetahuan bagi masyarakat Cepu tentang keberadaan industri pertambangan beserta regulasi dan tata kelolanya.

Mengawal jalannya kegiatan ini adalah Tri Gunawan, Kepala Seksi Pemerintahan Kec. Cepu, yang menyampaikan bahwa bapak camat sangat senang dengan kegiatan pengabdian masyarakat diadakan STEM ini banyak melibatkan generasi muda cepu. Karena tidak mungkin generasi tua akan terus berada di atas, dan pada saatnya akan digantikan oleh yang muda-muda ini.

“Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti sampai disini melainkan akan ada tindak lanjut dari sosialisasi/pelatihan ini”, imbuhnya.

Banyak jenis pertambangan yang kini marak dikelola oleh masyarakat. Bukan saja di sub sektor migas, minyak dan gas bumi saja. Melainkan benyak jenis industri tambang yang bisa dimaksimalkan pengelolaannya oleh masyarakat, dan terutama dengan tanpa mengabaikan sisi reklamasinya atau perbaikan kembali. Pengetahuan tentang pengelolaan pertambangan ini bukan sekedar mengeruk keuntungan semata, melainkan juga turut menjaga keseimbangan lingkungan. Demikian disampaikan Ir. Suparno, M.Si sebelum memulai pelatihan ini. (drm)

 

Pemberian pemahaman kepada masyarakat terkait dengan pemrosesan miyak bumi menjadi suatu yang bermanfaat dan berguna bagi mereka yang tinggal diwilayah dengan kandungan migas yang besar seperti Kecamatan Gayam. Gayam merupakan wilayah yang merupakan pusat keberadaan Exxon Mobil Cepu sebagai operator blok Cepu, dengan kandungan migas yang sangat besar. Dengan produksi mencapai lebih dari 200 ribu BOPD merupakan terbesar di Indonesia atau setara dengan 25% produksi nasional. Melihat kondisi demikian warga masyarakat Kecamatan Gayam diharapkan memiliki pengetahuan dan wawasan bagaimana proses produksi minyak dilakukan. Diharapkan warga ikut berperan aktif dalam mengelola sumber daya alam yang dimilikinya.

Atas dasar itulah, STEM Akamigas sebagai institusi pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab moral dengan berbagi ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat berupa sosialisasi pemrosesan minyak bumi. kegiatan yang juga bagian dari fungsi tri dharma perguruan tinggi ini dilakasanakan di kantor Kecamatan Gayam pada hari Sabtu (18/11). Team STEM Akamigas dipimpin oleh Dr. Dra. Pusparatu, MT dengan didampingi oleh beberapa mahasiswa. Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Gayam, Hartono dengan didampingi oleh muspika dari Polsek dan Koramil Gayam. Adapun peserta adalah pemuda karang taruna perwakilan desa-desa diwilayah kecamatan Gayam.  

Dalam sambutannya, Camat Gayam berharap bahwa kegiatan ini dapat bermanfaat sehingga warga memiliki pengetahuan dan wawasan tentang pemroduksian migas. “Kalau ilmu ini diterapkan akan berdampak baik terutama akan beroperasinya lapangan Jambaran Tiung Biru,” demikian ujarnya.

Adapun Dr. Pusparatu dalam paparannya menyampaikan sejarah terbentuknya minyak bumi ratusan juta tahun yang lalu. Proses pencarian minyak bumi sampai bagaimana mengangkat migas dari perut bumi. Dijelaskan, bahwa minyak bumi merupakan campuran kompleks dari hidrokarbon cair, suatu senyawa kimia yang mengandung hidrogen dan karbon, yang terbentuk secara alamiah dicadangan bawah tanah dalam batuan sedimen. Adapun minyak mentah (crude oil) adalah suatu jenis minyak terpenting yang diolah menjadi berbagai produk kilang.

Kegiatan ini diharapkan juga sebagai wadah bagi para mahasiswa untuk ikut berperan aktif dalam mengabdikan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya kepada masyarakat yang membutuhkan sehingga potensi yang ada di desa tersebut dapat bermanfaat. (HAR)

 

Kembali STEM Akamigas melaksanakan tugas yang melekat dalam tri dharma perguruan tinggi dalam mengabdikan diri di tengah-tengah masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat adalah tugas yang harus diemban selain tugas pengajaran dan penelitian. Pengabdian kepada masyarakat merupakan kegiatan civitas akademika yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk diaplikasikan dan dimanfaatkan bagi masyarakat. Pada hari Selasa (14/11), team yang dipimpin oleh Ir. Dodid Murdohardono, M.Sc dengan didampingi oleh Ir. Suparno, M.Si dan Sri Rahayu, SE, MM melaksanakan sosialisasi terkait dengan bahaya erosi daerah aliran sungai. Kegiatan bertempat di pendopo Kecamatan Sambong dengan dihadiri oleh perwakilan warga dari kecamatan Cepu, Sambong dan Jiken. Tema yang diambil adalah Sosialisasi tingkat Bahaya Erosi di Sub DAS Batokan Blora

Dalam sambutan pembukaan, Ir. Dodid Murdohardono, M.Sc menyampaikan bahwa DAS Batokan sering terjadi banjir dan bahaya erosi. Kegiatan ini adalah sebagai bentuk pengabdian dari hasil penelitian yang dilakukan 2 tahun yang lalu.

Sementara itu, Djati Walujastomo, Kepala Bidang Fisik dan Sarana, Bappeda Kabupaten Blora menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini sehingga bermanfaat terutama bagi kecamatan Sambong dan Cepu. Beliau berharap bahwa penelitian dan kajian yang dilakukan STEM Akamigas dapat diaplikasikan sesuai dengan program dari pemerintah Kabupaten Blora.

Kegiatan ini perlu disampaikan kepada masyarakat karena proses erosi lapisan tanah dapat mengakibatkan dampak yang merugikan. Seperti yang disamapaikan oleh Ir. Dodid Murdohardono, bahwa erosi tanah akan menghilankan lapisan tanah permukaan yang subur, mengurangi resapan air, tertimbunnya lahan pertanian dan bangunan serta terbentuknya sedimen. Seperti diketahui bahwa bila terjadi curah hujan yang tinggi didaerah hulu, maka air yang dibawa oleh sungai ataupun yang lari ke dataran rendah seolah membawa material lapisan tanah yang bermuara di sungai Bengawan Solo. Faktor yang menyebabkan erosi bisa dari iklim, tanah, topografi, tanaman penutup tanah dan ulah manusia. Tentu untuk mengurangi dampak negatif dari erosi ini, warga dan pemerintah diharapkan berperan aktif dalam  penanggulangan erosi tanah. Ada beberapa cara diantaranya contour farming, contour plowing, contour strip cropping dan terasering. Yang lebih penting bila terjadi tanah gundul harus segera dilakukan penghijauan kembali, reboisasi.(HAR)

 

 

SPE Student Chapter Malaysia Oil and Gas Convention 2017 (SMOGC 2017) telah selesai dilaksanakan pada 1-2 November 2017 lalu. Pada kegiatan ini, STEM Akamigas mengirimkan 8 orang siswanya yang terbagi dalam 2 tim, yakni Tim Baruna Vyatra dan Tim The Vyatrans. Perlombaan ini diselenggarakan oleh SPE Malaysia Student Chapter yang dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia. 

Dengan mengusung tema “Cultivating resilient, resourceful, and rising to challenge young talents towards the new norm”, acara ini bertujuan untuk memperkuat generasi muda untuk membuka pikiran dan mampu menyelesaikan berbagai macam masalah seputar dunia migas, mendiskusikan teknologi mutakhir di sub sektor migas dengan biaya yang rendah, dan mengembangkan kepedulian terhadap kelangsungan lingkungan hidup secara global. 

SMOGC 2017 ini adalah kolaborasi kegiatan yang diadakan oleh 3 universitas yang tergabung dalam SPE Malaysia Student Chapter, yaitu: SPE University Teknology Malaysia SC, SPE University Malaya SC, dan SPE Heriot Watt University SC. Ketiga universitas tersebut menjadi tuan rumah kegiatan SMOGC 2017 yang berupa: Petroearth Competitions, Petrobrain Competition, Mud Innovation Competition, Oil Rig Design, Poster Competition, Paper Competition, Seminar Keprofesian seputar dunia migas, dan APSC. Acara ini mengundang seluruh kampus perminyakan yang tergabung dengan SPE (Society of Petroleum Engineering) di wilayah Asia Pasifik dan diikuti oleh 26 kampus dari 9 negara yang berbeda, bahkan hadir juga perwakilan dari Universitas Aachen, Jerman.

 

Tim Baruna Vyatra yang mengikuti lomba Oil Rig Design beranggotakan: Tri Bagus P. (BOR 4), Muhammad Adhim M. (PRD 4), Naufal Baihaqi (BOR 4), Andi Priyo Jatmiko (BOR 4), dan Muhammad Khalid Prakoso (BOR 4) berhasil memperoleh juara 1 pada kompetisi ini. Lomba Oil Rig Design berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, peserta diberi waktu selama 4 jam untuk membuat miniatur rig yang telah mereka desain. Kemudian pada hari kedua peserta diminta untuk melakukan presentasi, lalu rig tersebut dilakukan beberapa test seperti: load test, wave test, dan buoyancy test.

 

Sedangkan tim The Vyatrans yang mengikuti kompetisi Mud Innovation berhasil meraih Juara 2/Runner-Up. Tim ini beranggotakan: Faruqi Rabbani (BOR 4), Alfin Abrori (BOR 4), dan Yehezkiel Driyarkara (BOR 4). Pada lomba Mud Innovation, kegiatan ini juga berlangsung selama 2 hari. Pada hari pertama seluruh tim diminta untuk membuat design lumpur/drilling fluid seperti yang sudah dikirimkan. Peserta dibawa ke salah satu perusahaan drilling fluid bernama SCOMI Laboratory yang terletak di Shah Alam, sekitar 1 jam dari Kuala Lumpur.Lalu pada hari kedua, peserta diharuskan melakukan presentasi tentang mud program yang telah dibuat dan juga menjawab pertanyaan dari para juri.

 

Semoga prestasi bertaraf internasional ini mampu menginspirasi mahasiswa STEM Akamigas untuk terus berkarya dan meneruskan perjuangan ini pada kompetisi-kompetisi lainnya. Selamat!! (tim)

Pesawat Tanpa Awak (Unmanned Aerial Vehicle, UAV) atau Unmanned Aircraft System (UAS) adalah wahana terbang nirawak yang berkembang kian pesat di ranah riset unmanned system (sistem nir-awak) di dunia. Bukan hanya mereka yang berada di ranah departemen pertahanan atau badan-badan riset, termasuk di perguruan tinggi, yang meneliti, mengkaji dan mengembangkan, tapi dunia industri dan bidang sipil pun telah mulai banyak memanfaatkan teknologi unmanned system ini dalam mendukung kegiatan keseharian mereka.

Untuk itulah Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Ditlitabmas) telah melahirkan KRTI (Kontes Robot Terbang Indonesia) yang pertama di tahun 2013 dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai penyelenggara. Untuk tahun 2017 ini KRTI dilaksanakan pada tanggal 16 – 20 Oktober 2017 di ITS. Adapun lomba dilaksanakan di lapangan Terbang Aeromodelling, Detasemen TNI AU Raci, Pasuruan Jl. Raya Raci, Bangil, Pasuruan. Beberapa jenis lomba yang dipertandingkan yaitu, Racing Plane (Adu cepat atau balapan antar wahana pesawat tanpa awak), Fixed Wing (Adu misi monitoring dan survey suatu wilayah oleh wahana pesawat tanpa awak), Vertical Take Off Landing (Adu misi khusus oleh wahana multicopter), dan Technology Development (Karya tulis ilmiah dalam pengembangan teknologi pesawat tanpa awak).

Dalam kegiatan ini STEM Akamigas mengirim 3 mahasiswa yang tergabung dalam “Vyatra Tech Team” dan mengikuti jenis lomba “Racing Plane”. Mereka yang dikirim adalah Ismail Kresna Yuda (Pilot-Team Leader), Marsha Ardian Pratama (Mekanik 1), dan Damita Adhi Pratama (Mekanik 2). Dalam perjalanan mencapai babak final, Vyatra Tech harus bersaing dengan 157 tim pada babak awal. Adapun tim yang lolos berasal adri UGM, ITB, UI, ITS, Unibraw, PENS, termasuk STEM Akamigas. Aspek penilaian kategori Racing Plane meliputi efisiensi desain wahana tanpa awak, kecepatan wahana tanpa awak, serta keakuratan wahana tanpa awak dalam mengikuti track yang telah diberikan. Dua pesawat akan melakukan balapan dalam satu track, dan yang kalah akan gugur pada fase tersebut.Setelah melalui tahap penjurian, STEM Akamigas dengan Vytra Tech Team berhasil meraih juara III. Adapun juara I direbut tim UGM dan juara II tim dari ITS. Diharapkan prestasi ini mampu menginspirasi mahasiswa STEM Akamigas untuk menghasilkan karya-karya inovatif di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. (vytra tech)

Halaman 1 dari 22

Fasilitas

Anda disini: Beranda Arsip Berita
RizVN Login