Selasa, 14 November 2017 17:52

SOSIALISASI BAHAYA EROSI DAS BATOKAN

Kembali STEM Akamigas melaksanakan tugas yang melekat dalam tri dharma perguruan tinggi dalam mengabdikan diri di tengah-tengah masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat adalah tugas yang harus diemban selain tugas pengajaran dan penelitian. Pengabdian kepada masyarakat merupakan kegiatan civitas akademika yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk diaplikasikan dan dimanfaatkan bagi masyarakat. Pada hari Selasa (14/11), team yang dipimpin oleh Ir. Dodid Murdohardono, M.Sc dengan didampingi oleh Ir. Suparno, M.Si dan Sri Rahayu, SE, MM melaksanakan sosialisasi terkait dengan bahaya erosi daerah aliran sungai. Kegiatan bertempat di pendopo Kecamatan Sambong dengan dihadiri oleh perwakilan warga dari kecamatan Cepu, Sambong dan Jiken. Tema yang diambil adalah Sosialisasi tingkat Bahaya Erosi di Sub DAS Batokan Blora

Dalam sambutan pembukaan, Ir. Dodid Murdohardono, M.Sc menyampaikan bahwa DAS Batokan sering terjadi banjir dan bahaya erosi. Kegiatan ini adalah sebagai bentuk pengabdian dari hasil penelitian yang dilakukan 2 tahun yang lalu.

Sementara itu, Djati Walujastomo, Kepala Bidang Fisik dan Sarana, Bappeda Kabupaten Blora menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini sehingga bermanfaat terutama bagi kecamatan Sambong dan Cepu. Beliau berharap bahwa penelitian dan kajian yang dilakukan STEM Akamigas dapat diaplikasikan sesuai dengan program dari pemerintah Kabupaten Blora.

Kegiatan ini perlu disampaikan kepada masyarakat karena proses erosi lapisan tanah dapat mengakibatkan dampak yang merugikan. Seperti yang disamapaikan oleh Ir. Dodid Murdohardono, bahwa erosi tanah akan menghilankan lapisan tanah permukaan yang subur, mengurangi resapan air, tertimbunnya lahan pertanian dan bangunan serta terbentuknya sedimen. Seperti diketahui bahwa bila terjadi curah hujan yang tinggi didaerah hulu, maka air yang dibawa oleh sungai ataupun yang lari ke dataran rendah seolah membawa material lapisan tanah yang bermuara di sungai Bengawan Solo. Faktor yang menyebabkan erosi bisa dari iklim, tanah, topografi, tanaman penutup tanah dan ulah manusia. Tentu untuk mengurangi dampak negatif dari erosi ini, warga dan pemerintah diharapkan berperan aktif dalam  penanggulangan erosi tanah. Ada beberapa cara diantaranya contour farming, contour plowing, contour strip cropping dan terasering. Yang lebih penting bila terjadi tanah gundul harus segera dilakukan penghijauan kembali, reboisasi.(HAR)

 

 

Fasilitas

Anda disini: Beranda Arsip Berita Info Kampus SOSIALISASI BAHAYA EROSI DAS BATOKAN
RizVN Login