ARSIP BERITA


Begitu lagu Happy Birthday usai dilantunkan oleh Paduan Suara Gita Vyatra, gemuruh tepuk tangan membahana memenuhi Aula Kementerian ESDM. Itu adalah sebuah lagu dari beberapa lagu yang ditampilkan oleh Paduan Suara Gita Vyatra dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Pertambangan ke 72. Gita Vyatra diberi kehormatan untuk menampilkan beberapa lagu didepan tamu undangan sebelum upacara dimulai. Penampilan Gita Vyatra sangat memukau dihadapan Menteri ESDM, Ignasius Jonan, beberapa mantan menteri ESDM sebelumnya, diantaranya, Prof. Soebroto, Poernomo Yusgiantoro, Darwin Zahedy Saleh dan Sudirman Said serta beberapa tamu undangan lainnya.

Peringatan tahun ini mengangkat tema "Energi Berkeadilan untuk Kesejahteraan Rakyat," dan dianggap paling meriah dari tahun-tahun sebelumnya sehingga memang perlu diapresiasi. Beberapa rangkaian kegiatan telah dilaksanakan dengan baik. Dalam laporannya, ketua panitia, Rida Mulyana menyampaikan bahwa beberapa kegiatan yang dilaksanakan adalah Lomba kebersihan dan kerapihan di lingkungan KESDM, Indo EBTKE Conex & Indonesia Clean Energy Forum, Penanaman pohon di Cisarua oleh DWP bersama ibu Ratnawati Jonan, Tausiyah Tahun Baru Hijriah oleh Wamen Arcandra Tahar, Ziarah Makam Ari F Lasut dan Tali Kasih Keluarga, Pertambangan dan Energy Expo 2017, Malam Penganugerahan Penghargaan Soebroto, Upacara HUT Pertambangan dan Energi, Donor darah dan sumbangan keluarga tidak mampu, Pameran dan Seminar hari Listrik Nasional.

 

Penetapan Hari Jadi Pertambangan dan Energi bukan suatu kebetulan, tapi didasarkan pada peristiwa yang memiliki bobot sejarah yang tinggi dalam lingkup perjuangan bangsa secara nasional. Pada tanggal 28 September 1945, pegawai pribumi di kantor Chisitsu Chosasho (Jawatan Geologi) yang sebagian besar masih muda, mengambilalih dengan paksa Chisitsu Chosasho serta mengubah nama menjadi Poesat Djawatan Tambang dan Geologi. Hal ini mencerminkan tekad para pemuda dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Upacara peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke 72 ini dipimpin langsung oleh Menteri ESDM, Ignasius Jonan yang dihadiri oleh beberapa tamu undangan, baik dari internal maupun eksternal KESDM. Seperti beberapa Duta Besar sahabat dan stakeholder. Upacara dilaksanakan dihalaman Kementerian ESDM yang juga dimeriahkan oleh Marching Band KAI.

 

“Narkoba itu penjajah tanpa wajah,” demikian kutipan pesan yang disampaikan oleh Sudirman, S.Ag dari BNN Pusat  dalam seminar yang bertajuk “Mewujudkan Kampus STEM Akamigas yang Anti Narkoba dan Bebas HIV/ Aids”. Keprihatinan ini memang wajar mengingat saat ini penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar dan mahasiswa terbilang cukup tinggi, sekitar 27,32%. Inilah yang mendorong pihak kampus menyelenggarakan seminar untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan tentang bahaya yang bisa ditimbulkan oleh penyalahgunaan narkoba.

Seminar ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Dies Natalis ke 51 STEM Akamigas. Selain dari BNN Pusat, dihadirkan juga pembicara dari RS. Elisabeth Semarang, dr. Mayang Setiyaningsih yang menyampaikan materi tentang bahaya HIV/Aids. Kegiatan ini dilaksanakan di Grha Oktana Rabu (27/9) yang dihadiri oleh mahasiswa dan pegawai STEM Akamigas. Dalam sambutan pembukaan, Ketua STEM Akamigas, Prof. Dr. RY Perry Burhan, M.Sc sangat mendukung dan mengapresiasi seminar ini mengingat ada beberapa prodi yang terlibat langsung dengan pemakaian bahan kimia yang mungkin memiliki kategori sama dengan narkotika. Harapannya mahasiswa memahami cara aman dalam menggunakan bahan-bahan kimia tersebut. Secara luas Ketua berpesan agar mahasiswa mengetahui bahaya dan manfaat dari narkoba sehingga dapat terhindar dari jeratan kasus narkoba dan HIV/Aids.

Lebih lanjut, Sudirman menjelaskan bahwa Indonesia saat ini telah termasuk dalam darurat narkoba. Penyalahgunaan narkoba telah menjangkau ke seluruh pelosok negeri. Narkotika adalah zat / obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Sementara itu, dr. Mayang Setiyaningsih mengupas masalah bahaya HIV / Aids. Menurutnya, narkoba merupakan salah satu pintu masuk HIV/Aids. HIV(Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan kemudian menimbulkan AIDS. Terdapat dalam cairan tubuh orang yang telah terinfeksi, terutama di dalam darah, air mani, cairan vagina, ASI, dan air ketuban. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah kumpulan gejala yang disebabkan oleh HIV yang menyebabkan kerusakan pada sistem kekebalan tubuh. Beberapa cara penularan HIV/Aids yang perlu diperhatikan adalah melalui hubungan seksual, transfusi darah, penggunaan alat suntik dan penularan ibu ke janin. Dengan memperhatikan cara-cara penularan tersebut kita bisa menghindari kemungkinan tertularnya bahaya HIV/Aids. (Har)

Tridharma perguruan tinggi merupakan pengejawantahan tanggung jawab sebuah institusi pendidikan tinggi ditengah-tengah masyarakat. Selain tugas pengajaran dan penelitian juga ada tugas pengabdian kepada masyarakat. STEM Akamigas sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi juga tak bisa lepas dari tugas dan tanggung jawab tersebut.

Pengabdian masyarakat merupakan kegiatan sivitas akademika yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat. STEM Akamigaspun gencar melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dalam berbagai bentuk dan tujuan. Salah satu yang dilaksanakan pada hari Sabtu (22/9) adalah pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) di desa Kedewan Kecamatan Kedewan, Bojonegoro. Kegiatan ini dipimpin oleh Budi Sulistyo Nugroho yang didampingi oleh Ir. Putut Suprijadi, MT, bagian HSE dan beberapa mahasiswa. Sambutan dari masyarakat sekitar tampak sangat antusias, terbukti dihadiri langsung oleh Camat Kedewan, Mohammad Arifin, Sekretaris Kecamatan, Wiyanto, SH dan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kab Bojonegoro Muhammad Sofyan.

Dalam sambutannya Camat Kedewan, Mohammad Arifin menyampaikan kegiatan yang dilaksanakan di Lapangan Alang-Alang ini dapat memberi manfaat bagi masyarakat dalam menghadapi kemungkinan terjadinya musibah kebakaran. Sedangkan Ir. Putut Suprijadi, MT dalam paparannya menyampaikan bahwa pelatihan penggunaan APAR ini hanya untuk kondisi api kecil atau pada saat awal terjadinya kebakaran. Jenis APAR yang diperagakan meliputi Aqueous Film Forming Foam (AFFF), serbuk kimia (dry chemical powder) dan jenis karbon dioksida (CO2).

Dengan pelaksanaan kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat merasakan peran STEM Akamigas dalam memajukan pendidikan dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Selain itu juga sebagai wadah untuk ikut berperan aktif dalam mengabdikan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki untuk masyarakat yang membutuhkan. (har)

Kegiatan Kuliah umum ini diprakarsai oleh SKK Migas dan K3S Cluster Barat. Hal ini sebagai bentuk kepeduliah SKK Migas dalam menularkan ilmu dan keilmuan kepada generasi muda. Seperti yang disampaikan oleh Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Ali Masyhar dalam sambutan pembukaan. Beliau menyampaikan bahwa SKK Migas selain mengelola kegiatan migas, juga memberikan kegiatan kuliah umum sehingga para mahasiswa semakin mengetahui kondisi migas di Indonesia. Mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk lebih memperdalam ilmu dan teknologi yang selalu berkembang.

Wakil Ketua I, Ir. Woro Rukmi H, MT dalam sambutannya secara eksplisit mengapresiasi kegiatan ini sebagai media pengkayaan ilmu dan meningkatkan profisiensi terutama bagi mahasiswa. Juga terinformasikannya lulusan STEM Akamigas ke dunia industri migas sehingga akan mudah terserap.

Kuliah umum dilaksanakan di Grha Oktana pada hari Selasa (19/9) dan diikuti oleh seluruh mahasiswa dan dosen. Bahkan kegiatan inipun dihadiri oleh Wakil Bupati Blora, Arief Rohman dan beberapa perwakilan media. Dalam sambutannya, Arief Rohman menekankan brand Cepu sebagai kota pendidikan Migas agar terus ditingkatkan. STEM sebagai salah satu tempat mencetak tenaga-tenaga terampil yang siap mengabdi untuk bangsa dan negara. Disamping itu dicetuskan juga ide Cepu sebagai pusat Wisata Edukasi Migas. Hal ini ditunjamg oleh keberadaan STEM Akamigas dan PPSDM Migas serta lapangan minyak tua.

Kuliah umum menampilkan 2 orang narasumber, Dr. Achmad Djmumarma W, Dipl. Seis dari STEM Akamigas  dan Elan Biantoro dari SKK Migas. Dalam paparannya Dr. Ahmad Djumarma mengupas tentang peran STEM Akamigas dalam mendukung industri hulu migas di Indonesia. STEM Akamigas yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam mencetak sumber daya manusia yang terampil dan profesional dalam sektor energi dan mineral. STEM Akamigas juga memberi kesempatan kepada putra-putri daerah terbaik untuk memperoleh beasiswa, baik dari daerah 3T maupun penghasil energi. Diharapkan kepada industri migas untuk memanfaatkan lulusan STEM Akamigas.  

Sementara itu, Elan Biantoro, VP Bidang Operasi SKK Migas menyampaikan materi tentang Pengelolaan Industri Hulu Migas. Diantaranya sejarah industri migas, energi sebagai bagian ketahanan nasional, tugas dan fungsi SKK Migas, eksplorasi dan eksploitasi migas Indonesia, strategi dan kebijakan industri hulu migas. SKK Migas memang merupakan lembaga yang memiliki tanggung jawab dalam mengelola industri hulu migas, diman industri hulu merupakan ujung tombak industri migas. Tentu kalau indistri hulu migas mengalami kelesuan, industri migas secara keseluruhan akan terdampak. Memang harus diakui bahwa bauran energi nasional saat ini, energi migas masih mendominasi dengan 64% energi nasional. Sehingga tugas SKK Migas untuk ikut perperan dalam menjaga ketahanan energi nasional sangat dibutuhkan.

Disamping dua narasumber, mahasiswa STEM Akamigas yang tergabung dalam Hima prodi juga memaparkan profile masing-masing. Baik itu Teknik Pengolahan Migas, Teknik Produksi Migas, Teknik Mesin Kilang, Teknik Instrumentasi Kilang dan Logistik Migas mempromosikan kemampuan diri didepan para pejabat SKK Migas. Hal ini diharapkan, kedepan SKK Migas dengan kewenangannya mampu memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk, baik magang maupun bekerja. (har)

Kegiatan tahunan ini dilaksanakan selama 12 hari mulai 10 – 21 September 2017. Kegiatan yang memasuki tahun ke 7 ini memiliki nilai-nilai yang strategis dalam menjalin kerjasama yang lebih erat terutama dalam mengembangkan sektor minyak dan gas bumi. Juga bisa digunakan sebagai ajang promosi penanaman investasi di sektor migas. Peserta terdiri dari 24 orang berasal dari 15 negara meliputi, Aljazair, Bangladesh, Belarusia, Kamboja, Jepang, Jordania, Korea Selatan, Meksiko, Mozambik, Rusia, Sudan, Thailand, Uzbekistan, Timor Leste dan Venezuela. Peserta memiliki berbagai latar belakang yang berbeda, baik swasta maupun pemerintah.

Upacara pembukaan dilakukan di Hotel Ashley yang dihadiri oleh Direktur Jenderal Migas, Ego Syahrial dan Duta Besar Venezuela, Gladys Fransisca Urbaneia Duran. Dalam sambutan pembukaan, Dirjen Migas, Ego Syahrial menyampaikan bahwa program ini dapat memperkenalkan sektor migas kepada para peserta. Juga keanekaragaman energi yang meliputi energi fosil, panas bumi, air, angin, surya, bio masa. Disampaikan juga bahwa ketergantungan pada energi fosil masih tinggi, sementara produksi migas cenderung menurun. Untuk itu perlu diupayakan agar ketahanan energi tetap terjaga, diantaranya dengan menggenjot eksplorasi dan produksi migas, meningkatkan kapasitas dan kemapuan infrastruktur, mengurangi subsidi dan program diversifikasi energi.

Program ini diisi dengan berbagai seminar dan presentasi. Diantaranya “Indonesia’s Energy Policy and Institution” dari DEN, “Indonesia’s Oil and Gas Upstream Development”, dari Deputy Director of Oil and Gas Conventional Working Area, “Indonesia’s Foreign Policy”, Kementerian Luar Negeri dan “Introduction to Indonesia Cultures and Tourism”, dari Kementerian Pariwisata.

Peserta juga dibawa ke lapangan dan instansi yang terkait dengan industri migas. Diantaranya, RU VI Balongan, PT Pertamina Pusat, Exxon Mobil Cepu, PPSDM Migas, STEM Akamigas, PT PAL dan FSRU PT Nusantara Regas. Selain mengunjugi industri migas, peserta juga diajak mengunjungi tempat-tempat pariwisata. Sementara kunjungan ke STEM Akamigas dilaksanakan pada hari Jum’at (15/9) dengan didahului presentasi di PPSDM Migas. Presentasi disampaikan oleh Wakil Ketua I, Ir. Woro Rukmi H, MT yang lebih mengedepankan tentang peran STEM Akamigas dalam menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia di industri energi dan mieral Indonesia. Peserta juga berkesempatan mengunjungi Laboratorium Minyak Bumi dan Kimia.(har)

Fasilitas

Anda disini: Beranda Arsip Berita
RizVN Login