ARSIP BERITA

Mahasiswa Sekolah Tinggi Energi dan Mineral (STEM) jurusan Logistik Migas dan Teknik Instrumentasi Kilang pada hari Kamis tanggal 4 April 2017 jam 11.00 s.d. 14.00 di Ruang Seminar Kuda Laut, menghadiri kuliah khusus dengan tema Regulasi Sektor Ketenagalistrikan dengan pemateri Ir. Agoes Troboesono, M.Eng. (Sekretaris Ditjen Ketenagalistrikan KESDM).

Materi yang disampaikan tentang Tugas dan Fungsi, Kondisi Ketenagalistrikan Naional, Kebijakan dan Regulasi Ketenagalistrikan, Program Pembangunan Pembangkit 35.000 MW, Perizinan Sub Sektor Ketenagalistrikan, Tingkat Mutu Pelayanan dan Peningkatan Kemudahan Berusaha (Ease of Doing  Business) dan Peningkatan Lembaga Vocasional untuk Meningkatkan Kompetensi Tenaga Kerja Bidang Ketenagalistrikan.

Hal yang menarik disampaikan oleh pemateri Ir. Agoes Troboesono,M.Eng. diantaranya adalah tentang permen ESDM No. 38 tahun 2016 tentang percepatan Elektrifikasi di perdesaan Indonesia, program penyediaan listrik dengan total kapasitas hingga 50 MW diperuntukan bagi Perdesaan belum berkembang, Perdesaan terpencil, Perdesaan perbatasan, Perdesaan pulau kecil berpenduduk dengan memanfaatkan penggunaan sumber energi baru terbarukan (EBT) sebagai sumber energi listrik.

Materi lain yang sedang hangat diperbincangkan adalah Program Pembangunan Pembangkit 35.000 MW, yang menjadi pertanyaan mengapa 35.000 MW ? yang pertama Sebab proyeksi pertumbuhan Ekonomi berkisar 7% setiap tahun, yang kedua Meningkatnya pertumbuhan kebutuhan listrik sekitar 8,7% setiap tahun dan akibatnya kebutuhan listrik akan meningkat 7000 MW setiap tahun. Hadir dalam kuliah khusus Wakil Ketua I Ir. Woro Rukmi H, M.Sc., Kepala Laboratorium Energi Joko Kuncoro, ST.MT. dan Kepala Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Asep Rochman,ST.MT. 

ANPM (Autoridade Nacional do Petroleo e Minerals) Timor Leste hari ini (4/5) melakukan kunjungan ke STEM Akamigas sebagai tindak lanjut atas pertemuan Bilateral Meeting between Indonesia dan Timor Leste di Bali.

Kunjungan Florentino Soares Ferreira (Director Joint Petroleum Development Area) dengan didampingi oleh Ana Clotilde de Oliveire (Executive Secretary) dan David Hugo (Commination Officer) menyampaikan dihadapan manajemen STEM Akamigas bahwa, ANPM ingin menjalin kerjasama bidang capacity building yang bisa dilakukan dengan pengiriman calon mahasiswa. Melanjutkan pertemuan yang lalu antara presiden director kami dengan Prof. Perry, tentang peluang pengiriman calon mahasiswa. Untuk peluang tersebut, nantinya bisa kita lanjutkan dengan bentuk MOU.

Sebanyak mungkin data kami perlukan sebagai bekal informasi bagi kami karena kami juga menginginkan yang terbaik bagi pelajar kami. Banyak hal yang berbeda kini antara kami di Timor Leste dengan Indonesia. Bahasa pengantar kami sudah tidak lagi menggunakan bahasa Indonesia sehingga anak-anak sekarang kurang memahami bahasa. Juga untuk tahun ajaran di Timor Leste dimulai pada awal tahun, tidak seperti di Indonesia yang dimulai di tengah tahun. Imbuh Florentino.

Kedatangan delegasi dari Timor Leste ini disambut oleh Wakil Ketua II, Ir. Roni Heru Triyanto, MT. yang menyampaikan ucapan selamat datang kepada rombongan, yang ternyata baru pertama kali ini berkunjung di Cepu.

Setelah pertemuan singkat di ruang pertemuan Grha Oktana selesai dilanjutkan dengan mengunjungi berbagai sarana laboratorium, ruang kelas, perpustakaan hingga asrama mahasiswa.

Mahasiswa STEM Akamigas kembali mengukir tinta emas dalam kompetisi. Meildha Hamzah Fadilah (Ref III), Yumma Anindya Pangesti (TEG III) dan Maulina Maharani (PDN II) yang mewakili STEM Akamigas mampu mengungguli rival-rival dari perguruan tinggi lain dengan menyabet juara II pada event National Appropriate Technology Competition (NATCom 1.0). Kompetisi yang digelar di GKM Campuss Social Responsibility Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin Makasar tanggal 17 – 20 April 2017 ini diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia, ITB, UNIBRAW, UNAIR, UNY, UNDIP, UNHAS, UII, UNPAD, UGM, UNM, UNS, IPB, ITSB, Universitas Jember, UNNES, ITS dan Politeknik ATI Makasar. Partisipasi STEM Akamigas merupakan wujud kreatifitas dan keaktifan mahasiswa dalam mengembangkan wawasan keilmuan. Latar belakan dari kopetisi ini adalah pemanfaatan teknologi tepat guna (TTG) yang efektif dalam upaya pemberdayaan masyarakat sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, memberikan nilai tambah, perbaikan mutu dan membantu dalam mewujudkan usaha produktif yang efisien.

NATCom 1.0 bertujuan membentuk mahasiswa yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan ikut berkontribusi dalam mengembangkan teknologi yang berbasis kemasyarakatan. Tema yang diangkat dalam lomba ini “Inovasi Tepat Guna Menuju Masyarakat Teknologi Berbasis Madani.” Hal ini sesuai dengan misi yang ingin dicapai dalam memberdayakan masyarakat melalui teknologi.

Dengan keberhasilan ini semoga dapat memacu dan memicu semangat untuk terus berkarya dan berinovasi mengahsilkan kreatifitas dan pemikiran yang positif.

Mahasiswa Logistik Migas, MPE dan Produksi mendapatkan materi yang sangat menarik pada Kuliah Umum hari Rabu (26/4). Bertempat di gedung Kuda laut, Sekretaris Ditjen Migas, Susyanto,SH, M.Hum memaparkan materi yang saat ini masih menjadi topik pembicaraan di indutri migas, skema Gross Split. Kuliah Umum seperti ini memang sudah menjadi perintah dari Menteri ESDM Ignasius Jonan yang menginstruksikan kepada jajaran eselon I dan II KESDM untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa berupa kuliah umum mengenai kompetensi yang diampunya.

 

Hadir pada kegiatan ini Wakil Ketua III, Ir. Roni Heru T, MT, Kaprodi Logistik Migas, Drs. Suhardjito, MM dan beberapa pegawai. Dalam membuka kegiatan ini, Ir. Roni Heru T, MT berharap agar mahasiswa memperhatikan apa yang disampaikan oleh narasumber sehingga dapat menambah wawasan keilmuan.

Gross Split berlaku sejak 16 Januari 2017 berdasarkan Permen ESDM No 8/2017. Dengan skema ini maka berakhir pula skema Cost Recovery. Skema Groass Split menetapkan pembagian migas untuk negara sebesar 57 % dan K3S 43 %, sementara pembagian gas untuk negara 52 % dan k3S 48 %. dengan skema ini diharapkan terjadi efisiensi dan efektifitas, penerimaan negara lebih pasti, memangkas waktu eksplorasi hingga produksi lebih pendek dan semua barang dan peralatan akan menjadi milik negara.  Itulah inti materi yang disampaikan oleh Susyanto, SH, M.Hum. Beliau yang pada tahun 2007 – 2009 sering mengajar di STEM Akamigas ini, tidak canggung dan sangat runtut menjelaskan mekanisme gross split.

 

Dengan adanya semangat kemaritiman dimana Indonesia berpotensi besar menjadi poros maritim dunia yang diwujudkan dengan program konektifitas antar pulau, pengembangan industri perkapalan dan perikanan, perbaikan transportasi laut serta keamanan maritim, maka Mahasiswa Teknik Sistem Perkapalan mengadakan lomba karya tulis ilmiah dengan nama National Maritime Paper Competition 2017 dengan tema “Ide Pemuda dalam Membangun Kemaritiman Bangsa Indonesia”.

Lomba dilaksanakan tanggal 21 – 23 April 2017 di Laboratorium Komputer Sistem Perkapalan dan Gedung Robotika ITS. Peserta berasal dari mahasiswa UGM, UNIBRAW, ITB, UNEJ, PNJ, UNHAS, ITS, STEM Akamigas dan UPN Veteran Jogja. Jumlah peserta sebanyak 75 tim. Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai wadah mahasiswa untuk berani menghasilkan karya tulis ilmiah dan menghasilkan gagasan yang berisikan ide dan inovasi pengembangan kemaritiman Indonesia. STEM Akamigas yang diwakili oleh Tim Vyatra Pandu mampu membuat panelis dan dewan juri terkesima. Tim Vytara Pandu yang terdiri dari Pandu Juansya (PDN III) dan Armas Din Rehtanto (INS III) berhasil mengahsrumkan nama almamater dengan meraih predikat “2nd Winner in NMIC Marine Icon 2017”.

Selamat kepada Vyatra Pandu..................

Fasilitas

Anda disini: Beranda Arsip Berita
RizVN Login