Rabu, 12 Februari 2014 10:00

UPAYA REDUKSI EMISI GAS DI TERMINAL BAHAN BAKAR MINYAK REWULU

Woro Rukmi Hatiningrum1, Sri Lestari2 , Ivan Hasovan3, Moh Khotip4
1,2STEM “Akamigas”, Jl. Gajah Mada No. 38, Cepu
3,4PT. Pertamina (Persero) MOR IV, HSSE, S&D Region IV, Semarang
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

ABSTRAK

Industri minyak dan gas bumi di Indonesia tidak hanya berkewajiban untuk melakukan perhitungan beban emisi gas dan melaporkan hasil pemantauannya tetapi juga berkewajiban untuk mengelola sumber emisi dalam artian mencegah dan mengurangi emisi dari sumbernya. Emisi gas dari terminal BBM berasal dari emisi tangki yang terdiri dari standing storage and breathing losses dan working losses. Disamping itu terdapat emisi fugitive yang berasal dari pengoperasian peralatan di area TBBM. Upaya untuk mengurangi emisi gas di area TBBM dilakukan dengan melakukan redesain tangki timbun, merubah sistem pengisian dan pengosongan mobil tangki serta melakukan redesain pipa intertank.

Kata kunci: emisi gas, breathing losses, working losses.

ABSTRACT

Oil and gas industries in Indonesia are not only obliged to determine gas emission load and to report their monitoring result but also to manage their emission resources in term of avoidance and reduction. Gas emission from TBBM origins from tank farm consisting of standing storage and breathing losses and working losses. The emission is also due to an operation of equipment in the area. Reductions of emission are conducted by redesigning the tank, changing the method for loading and unloading and redesigning intertank pipe.

Key words: gas emission, breathing losses, working losses.

Last modified on Rabu, 12 Februari 2014 10:03

Fasilitas

Anda disini: Beranda
RizVN Login