
PT Tawada Kenalkan Alat GPR ke Bengkel Mekanik PEM Akamigas
August 27, 2025
HMTM PEM Akamigas Ambil Bagian di Rakorwil Wilayah 5 FMMI
September 1, 2025Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Kilang 3A PEM Akamigas melaksanakan kegiatan Praktikum Uji Tak Merusak (Non Destructive Test/UT NDT) di Laboratorium dan Bengkel Mekanik Nglajo pada tanggal 27 Agustus 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran lapangan yang bertujuan memperkenalkan mahasiswa pada teknik inspeksi material tanpa menyebabkan kerusakan fisik pada objek yang diuji. Praktikum ini dibimbing oleh Ayende, dosen yang berpengalaman dalam bidang pengujian dan inspeksi peralatan industri.
Menurut Ayende, kegiatan ini menjadi penting karena kemampuan melakukan uji tak merusak sangat dibutuhkan di dunia industri, khususnya di sub sektor migas dan kilang minyak. Ayende menjelaskan, “Dalam dunia industri migas, kita tidak bisa asal memotong atau membongkar material untuk mengetahui kualitasnya. Di sinilah pentingnya uji tak merusak. Mahasiswa harus paham cara kerja alat, membaca gelombang pantul, dan menafsirkan hasilnya dengan benar.”
Selama praktikum, mahasiswa diperkenalkan pada alat Ultrasonic Flaw Detector seperti Olympus Epoch dan GE Krautkramer. Alat ini bekerja dengan prinsip gelombang ultrasonik yang dipancarkan ke dalam logam. Ketika gelombang tersebut mengenai batas atau cacat dalam material, sebagian energi akan dipantulkan kembali dan ditampilkan sebagai grafik gelombang pada layar monitor. Melalui tampilan ini, mahasiswa belajar mengenali indikasi adanya retakan, pori-pori, inklusi, atau ketidaksempurnaan lain di dalam logam.
Selain menggunakan alat utama, mahasiswa juga belajar memanfaatkan kalibrator blok uji (calibration block) untuk menyesuaikan sensitivitas alat, mengatur kecepatan gelombang, serta menentukan jarak dan kedalaman cacat. Proses kalibrasi ini sangat penting agar hasil pengujian akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kemampuan membaca sinyal dari alat ini adalah keterampilan penting. Di lapangan, kesalahan membaca data bisa berakibat fatal, misalnya menyebabkan kebocoran pada pipa atau kegagalan struktur. Jadi latihan seperti ini harus dilakukan dengan serius dan teliti,” kata Ayende di hadapan mahasiswanya.
Selama kegiatan berlangsung, suasana laboratorium terasa hidup dan penuh semangat. Mahasiswa aktif berdiskusi, mencoba alat secara bergantian, serta saling membantu dalam proses pengukuran dan analisis data. Praktikum ini tidak hanya mengajarkan aspek teknis, tetapi juga menumbuhkan kerja sama tim, ketelitian, dan tanggung jawab dalam melakukan pengujian.
Melalui praktikum ini, diharapkan mahasiswa Teknik Mesin Kilang 3A mampu menguasai dasar-dasar Non Destructive Test (NDT), memahami cara membaca hasil inspeksi, serta mengaplikasikannya dalam dunia kerja nantinya. Praktikum ini menjadi langkah awal yang penting dalam mempersiapkan calon tenaga ahli yang kompeten di bidang permesinan dan pengendalian kualitas di industri kilang minyak. (rakha faiz firgiawan, drm, https://akamigas.ac.id/)




