
Kepala BPH Migas Kembali ke PEM Akamigas, Kupas Strategi Ketahanan Energi di PEM Akamigas
January 18, 2026
PEM AKAMIGAS Buka Open Kampus 2026: Persiapkan SDM Unggul untuk Menjaga Energi Negeri
January 25, 2026Dalam rangka mendukung pencapaian target Net-Zero Emission 2060 dan percepatan transisi energi nasional, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Swiss kembali mempertegas komitmen bersama dalam pengembangan sumber daya manusia sektor energi terbarukan melalui peluncuran Renewable Energy Skills Development (RESD) Fase 2 di Jakarta (21/01/2026).
Peluncuran program kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang ditandatangani antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) dan Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO) pada 2 Oktober 2025, yang disaksikan langsung oleh Wakil Presiden Swiss & Federal Councillor Guy Parmelin, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot, dan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie.
Program RESD Fase 2 ini melibatkan 10 politeknik terpilih di Indonesia, di mana PEM Akamigas menjadi salah satu mitra utama di dalamnya. Program ini bertujuan menciptakan integrasi antara kurikulum pendidikan vokasi dengan kebutuhan riil industri energi terbarukan, khususnya pada sektor Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), dan energi hibrida.
Dalam rangkaian peluncuran tersebut, PEM Akamigas berkesempatan memaparkan capaian signifikan yang telah diraih selama pelaksanaan RESD Fase 1. Sebagai institusi pendidikan di bawah naungan Kementerian ESDM, PEM Akamigas dinilai berhasil mentransformasi kurikulum dan fasilitas laboratorium yang selaras dengan standar internasional Swiss.

“Kerja sama di Fase 1 telah memberikan dampak nyata bagi mahasiswa kami. Bukan sekadar teori, namun penyediaan peralatan praktik standar industri dan pelatihan instruktur (Training of Trainers) telah meningkatkan daya serap lulusan kami di sektor energi hijau secara signifikan,” ujar Erdila Indriani, PEM Akamigas dalam sesi berbagi pengalaman.
Menurut Erdila, pada fase kedua ini, “Fokus kerja sama bagi kita, politeknik ini akan diperluas pada, Standardisasi Kurikulum di mana Penyelarasan materi ajar dengan standar kompetensi kerja nasional dan internasional. Kemudian Link and Match, memperkuat jejaring kerja sama antara politeknik dengan perusahaan-perusahaan energi terbarukan. Dan Inovasi Teknologi yakni pengembangan proyek percontohan energi terbarukan di lingkungan kampus.” (drm)




