Berita

1DWE: Booming EBTKE Apakah Pertanda Senja Bagi Pemakaian Energi Fosil

Di awal tahun 2021 ini, tepatnya tanggal 18 Januari 2021, PEM Akamigas melaksanakan 2 agenda kegiatan sekaligus yakni kuliah perdana di semester genap Tahun akademik 2020/2021 dan 1DWE (One Day With Experts) yang dilaksanakan secara daring.

“Hari ini merupakan perkuliahan pertama kita di tahun akademik 2020/2021. Perkuliahan kita sejak tahun 2020 yang lalu, terpaksa tidak seluruhnya dapat dilaksanakan dalam kelas atau tatap muka. Tetapi sebagian sejak semester yang lalu kita laksanakan perkuliahan melalui jaringan. Sehingga beberapa praktikum tidak dapat dilaksanakan. Dan mulai semester ini dilaksanakan di kampus, walaupun dengan keadaan yang mengikuti protokol kesehatan yang ketat,” disampaikan Direktur PEM Akamigas sebelum membuka secara resmi kegiatan 1DWE ini.

1DWE yang juga dilaksanakan perdana di tahun 2021 ini, menghadirkan Ir. Arcandra Tahar, M.Sc., Ph.D. dengan tema “Booming EBTKE apakah pertanda senja bagi pemakaian energi fosil.”

“Pertanyaan yang diajukan ini sangat valid, apakah industri migas ini industri yang senja atau seperti apa. Banyak kekhawatiran bahwa nantinya migas bukan lagi menjadi primadona untuk memenuhi kebutuhan energi kita. Apakah benar seperti itu?” ujar Arcandra Tahar mengawali materinya.

Arcandra membagi 2 kategori untuk menjelaskan tema 1DWE kali ini. Kategori pertama adalah orang yang optimis bahwa migas masih memegang peranan penting pada 20 – 30 tahun mendatang. Kategori kedua adalah orang yang pesimis bahwa migas ini sudah tidak mempunyai tempat lagi.

“Menurut OPEC, di tahun 2020 oil and gas itu rata-rata kebutuhan dunia itu sekitar 90-100juta barrel per day. 40-44 % untuk transportasi. 25 tahun ke depan, produksi kebutuhan akan oil itu masih di sekitar 100juta barrel – 109 juta barrel naik sekitar 20 juta barrel. Dan sekitar 40an % masih digunakan untuk transportasi. Berdasarkan data ini, kondisi oil and gas masih optimis,” jelas Arcandra.

Berbagai macam data pendukung disajikan oleh Arcandra dengan sangat gamblang, dihadapan bukan saja bagi mahasiswa PEM Akamigas mulai dari tingkat 1 hingga 4, namun juga dosen pengajar dan pegawai PEM Akamigas turut setia menyimak pencerahan tentang prospek ke depan oil and gas yang nantinya juga akan mempunyai pengaruh terhadap keberadaan PEM Akamigas sebagai pendidikan tinggi vokasi yang khusus mendidik tenaga terampil dan kompeten di bidang energi dan mineral.

Berdasarkan data yang disajikan Arcandra juga menyampaikan bahwa kuliah di PEM Akamigas, “Insyaallah, there is still a future, is it a bright future?....hanya data yang bisa mengatakan.” (drm)

Search