
Aksi Sosial Donor Darah Meriahkan HUT Ke-81 Pertambangan dan Energi di Cepu
September 28, 2026
Pertahankan Eliminasi Malaria, Dinkes Blora Gelar Surveilans Migrasi di Kampus PEM Akamigas
September 30, 2026“Silakan berpendapat, berdiskusi, bahkan mengkritik sekeras-kerasnya. Tapi tetap dengan etika,” kata M. Pradana Indraputra, Staf Khusus Bidang Percepatan Penyelesaian Isu Strategis Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral, saat membuka Youth Energy Connect (YEC) Batch 3 pada Kamis, 24 September 2026. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyelenggarakan forum yang melibatkan mahasiswa ini bekolaborasi dengan Pijar Foundation di Pijar Foundation HQ, Jakarta Selatan.
Sebanyak 26 mahasiswa dari tujuh kampus ikut berdiskusi dalam forum ini diantaranya PEM Akamigas, Universitas Indonesia, Universitas Trisakti, Tanri Abeng University, Universitas Esa Unggul, IT PLN, dan Universitas Darma Persada. YEC menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal sektor energi, memahami kebijakan, dan menyumbang gagasan bagi masa depan energi Indonesia. Peserta belajar, bertukar pikiran, dan membangun jejaring dengan pemangku kepentingan.
PEM Akamigas, yang diwakili oleh mahasiswa Hawkins Clifford Frans Robert Mongdong (Program Studi Teknik Produksi Minyak dan Gas) dan Hillary Christina (Program Studi Logistik Minyak dan Gas), tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada dengan melontarkan isu terkini di sektor energi. Dengan waktu yang terbatas, diskusi berjalan dengan hangat, interaktif dan membuka banyak cakrawala baru bagi mahasiswa, meski tidak semua mahasiswa sempat menyampaikan aspirasi atau pertanyaan.

Berbagai pertanyaan dilontarkan oleh Hawkins dan Hillary, mulai dari rute pembangunan 48.000 kms sirkuit jaringan PLN, rencana penyimpanan BBM, hingga menyinggung CCUS yang di Indonesia baru berskala uji coba (pilot test).
Pradana menjawab bahwa banyak persoalan nonteknis tidak terlihat oleh orang yang belum terjun ke lapangan. Ia menyebut Hawkins mungkin masih banyak memikirkan sisi teknis, padahal di lapangan ada banyak hal lain. Sebagai contoh, Pradana menyebut ribuan sumur idle yang masih berpotensi, sumur masyarakat, dan regulasi pemerintah. Strategi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang tidak diketahui pemerintah juga masuk daftar itu.
Pradana menyampaikan bahwa, “Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sudah membenahi persoalan nonteknis tersebut, dan banyak perubahan sudah berjalan sejak 2025.”
Diskusi kemudian melebar ke kelistrikan, pertambangan, dan EBT. Semua sektor itu masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah, terutama untuk memastikan pasokan energi tercukupi di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). (clif, drm, https://akamigas.ac.id/)




