
Mahasiswa PEM Akamigas Awali Hari Minggu dengan Senam Pagi Bersama
September 22, 2025
Pengenalan SC IMechE di PEM Akamigas
September 25, 2025Praktikum Penetrant Test, satu maka kuliah yang wajib ditempuh bagi mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Kilang (TMK) PEM Akamigas. Kali ini di kelas 3A TMK melaksanakannya di Lab Bengkel Mekanik Nglajo dan dibimbing langsung oleh dosen Ayende (24/09/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah pengujian non-destruktif yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam melakukan pemeriksaan kualitas logam tanpa merusak material tersebut.
Dijelaskan oleh Ayende bahwa Penetrant Test adalah salah satu metode pengujian non-destruktif yang digunakan untuk mendeteksi adanya cacat pada permukaan logam, seperti retakan halus, pori-pori, atau sambungan las yang tidak sempurna. Dalam industri migas, pengujian ini sangat penting karena mampu memastikan keandalan dan keamanan peralatan sebelum digunakan dalam proses operasional.
Pada sesi praktikum, mahasiswa diajarkan untuk memahami langkah-langkah pengujian secara sistematis. Proses dimulai dari tahap pembersihan permukaan benda uji agar bebas dari kotoran atau minyak. Setelah itu dilakukan penyemprotan cairan penetrant ke permukaan logam. Cairan ini dibiarkan beberapa saat agar dapat meresap ke dalam cacat mikro yang ada. Setelah waktu tunggu selesai, permukaan dibersihkan kembali sebelum disemprot cairan developer. Developer berfungsi menarik penetrant keluar dari retakan sehingga pola cacat terlihat lebih jelas pada permukaan benda. Dari hasil tersebut, mahasiswa dapat mengamati dan mencatat bentuk serta posisi cacat yang muncul.
Menurut Ayende, “Penguasaan metode pengujian seperti Penetrant Test sangat penting bagi calon teknisi kilang. Mahasiswa harus memahami bukan hanya cara melakukan uji, tapi juga alasan di balik setiap langkah yang dilakukan. Dengan begitu, mereka bisa berpikir kritis dan bekerja profesional saat menghadapi situasi nyata di lapangan.”
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa terlihat aktif dan antusias. Mereka bekerja sama dalam kelompok, saling membantu dalam proses penyemprotan cairan, pencatatan hasil, serta berdiskusi untuk mengidentifikasi jenis cacat yang ditemukan. Suasana laboratorium terasa hidup dan penuh semangat belajar. Bimbingan dari dosen dan asisten praktikum membantu mahasiswa memahami konsep dasar sekaligus keterampilan teknis yang dibutuhkan dalam dunia kerja.
Melalui praktikum ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh kemampuan teknis dalam melakukan uji Penetrant, tetapi juga belajar mengenai pentingnya ketelitian, kerja sama tim, serta tanggung jawab dalam menjalankan prosedur keselamatan kerja. Praktikum ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana kualitas material berpengaruh langsung terhadap keandalan sistem industri migas.
Kegiatan praktikum Penetrant Test di Lab Bengkel Mekanik Nglajo ini diharapkan mampu menumbuhkan profesionalisme, disiplin, dan keterampilan analisis bagi mahasiswa Teknik Mesin Kilang. Dengan pembelajaran berbasis praktik nyata seperti ini, mahasiswa dapat lebih siap menghadapi tantangan dunia industri yang menuntut kompetensi dan ketepatan kerja tinggi. (rakha faiz firgiawan, drm, https://akamigas.ac.id/)




